Sering kali saya melihat orang-orang mengucapkan ini itu hanya karena formalitas, bukan karena disertai dengan niat tulus atau arti yang mendalam. Padahal menurut saya, setiap kata yang ada itu diciptakan dan ada untuk membantu kita mengungkapkan apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan. Namun sayangnya, akhir-akhir ini saya lihat kata-kata dirangkai lebih untuk menyajikan apa yang orang lain inginkan untuk didengar/dibaca, daripada untuk mengungkapkan yang sebenarnya ada di pikiran dan hati.
11 Jul
Fenomena Orang Kota.
Sering rasanya saya membaca post tentang orang jakarta dan embel-embelnya. Mulai dari sikap orang aslinya sendiri hingga sikap dari para pendatang yang mengadu nasib disana. Kebanyakan post tersebut menceritakan dan menggambarkan bagaimana sikap kasar dan hedon mereka. Namun terkadang muncul pertanyaan dalam benak saya ‘Benar hanya orang Jakarta saja kah yang begitu atau memang itu sikap orang kota?’
Banyak sekali yang menggambarkan bagaimana orang jakarta dengan sikapnya yang seenaknya sendiri, cuek dan tidak mau tau akan sekitar. Dan bagaimana seorang pendatang yang sebelumnya “baik” akhirnya terpaksa menjadi seperti itu juga karena mereka harus beradaptasi akan keadaan sekitarnya.
Ada pula tentang bagaimana orang jakarta yang merasa superior dan lebih baik daripada orang dari daerah lain. Dan bagaimana para pendatang itu bersikap seakan-akan “lebih” daripada orang-orang asalnya di desa karena mereka telah menginjakkan kaki di Jakarta.
Benarkah itu hanya berlaku di Jakarta?
Continue reading
7 Jul
Tentang Aksen dan Bahasa di Suatu Tempat
bahasa jakarta jadi bahan joke di mata org jawa. bahasa jawa jd bahan joke di mata org jkt. -_-"
me
@agyl_candra that's life. Bahasa lain jd joke ditempat lain.
@shellyanindhita ho'oh (no offense) pling sebel ktika org jkt ngatain "dasar lu org jawa..!" nah lha emang jkt bkn jawa juga. #sebel
Diatas penggalan twit teman saya dan saya yang membuat saya ingin menulis post kali ini. Bukan, bukan rasis ko.
Menurut saya, dimana pun kita berada dan bahasa apa pun yang digunakan serta bagaimanapun logat/aksen nya pasti akan dicela ketika tidak berada di tanah asalnya. Mungkin karena dianggap beda dan sedikit aneh, sehingga tidak jarang juga menjadi celaan.
