What’s the point of having fun if they keep their eyes on us?

Sebenarnya ini bukan tulisan juga sih, lebih tepat jika dibilang keluhan. Ya, sedikit keluhan kekecewaan tentang salah satu tempat karaoke keluarga yang (mungkin) terkemuka, N*V. Beberapa pekan terakhir ini saya dan teman2 saya mengalami hal yang cukup aneh mengenai pegawai2 tempat karaoke tersebut.

Saya akan memulai dengan kejadian beberapa waktu yang lalu di salah satu cabang karaoke keluarga tersebut yang bertempat di daerah ruko Kebun Bibit, Surabaya pada tanggal 31 Juli 2010 yang lalu. Saya bersama 4 orang sahabat2 cewe semasa SMA saya menyewa salah satu room karaoke tersebut mulai dari sore menjelang maghrib (kurang lebih sih, ngintip dr date pictures taken yg di kamera :p). We want to have fun with sing a song and dance, so we did it. Yeah, saya dan teman2 saya bernyanyi sambil berjoget bersama2. I think it’s normal. Hanya saja tb2 salah satu teman saya merasa jika pegawai2 tempat karaoke tersebut terlalu sering lewat dan sedikit “mengintip” ke room kami. Awalnya saya merasa “ah, mungkin mereka cm sekedar mengecek” dan saya mulai mengabaikannya. Namun tb2 saya mendapat telfon dan saya tentunya keluar room untuk dapat berbicara dengan tenang. Dan ketika saya keluar room, saya cukup kaget melihat banyak nya pegawai yang berdiri di dekat room kami. Lalu saya iseng berjalan mondar mandir seakan berusaha mendapat suara yg cukup bgs untuk telfon, dan saya melihat di room lain yg terisi pun tidak banyak terdapat pegawai yg berkerumun di sekitar room mereka. Okay, saya merasa itu cukup aneh dan memberitahu teman2 saya di room ketika saya kembali. Hingga akhirnya, salah satu teman saya mendapati salah seorang pegawai yang sepertinya “mengintip” dan dia menegur halus, “mas, jangan diliatin dong. kan malu”. Dan kemudian, masalah beres. Kami tidak lagi mendapatkan “intipan” dr pegawai2 tempat karaoke tersebut.

Cerita selanjutnya adalah yang baru saja saya alami dengan 5 sahabat2 cewe semasa SMP di cabang karaoke keluarga tersebut yang bertempat di Manyar, Surabaya. Kami bernyanyi2 sambil berjoget2. Like I said, we just want to have fun. Tapi ternyata saya mengalami hal yang sama seperti yang saya alami dengan sahabat2 SMA saya sebelumnya. Salah satu teman saya ada yang merasa cukup terganggu dengan frekuensi pegawai2nya yang terlalu sering mondar mandir room kami dan sedikit “mengintip” pula, dan dia kemudian menegur pegawai yang kebetulan lewat itu. Saya pikir mungkin setelah teguran teman saya tsb, mereka akan mengerti seperti pada kasus dengan sahabat2 saya SMA tadi. Tapi ternyata kali ini teguran teman saya tersebut tidak diindahkan (entah mereka ga peduli ama tegurannya, atau mungkin pegawai yg tadi tidak memberitahu teman2nya yg “ngintip” tadi saya juga kurang tau) dan kami tetap merasa bbrp pegawai terkadang mondar mandir sembari “mengintip” room kami. Hingga akhirnya teman saya yang lain kembali menegur pegawai karaoke tsb, dan lucunya jawaban pegawai tersebut adalah tentang tempat sampah yang ada di room kami. Jadi dia kemudian masuk ke room kami dan mengambil tempat sampah tsb. Aneh? Ya, kami merasa cukup aneh dan kurang sopan juga. Karena, jika memang ingin mengambil tempat sampah tersebut bukan kah mereka bisa masuk dan pamit pada kami untuk mengambilnya? Bukan kah itu lebih sopan dibanding mengganggu privasi room dengan “intipan2” mereka?

Well, setelah urusan tempat sampah tsb kami pikir kali ini kami akan mendapat cukup privasi. Namun ternyata teman saya yang lain masi ada yang merasa pegawai2 tsb masih ada yg “mengintip”. Dia pun kemudian iseng menyisir seluruh rambutnya kedepan (ala sadako) dan menampakan wajahnya di dekat kaca kecil di pintu. Dan hasilnya, salah satu pegawai yang lewat tersebut ada yang terlonjak kaget dan mundur beberapa langkah. Hal tsb cukup membuktikan jika mereka memang “mengintip”. Logisnya, jika pegawai2 tsb memang hanya lewat krn harus lewat room kami tentunya dia tidak akan menyadari dandanan iseng teman saya tsb. Teman saya kan di dalam room, dan jika tidak melihat ke dalam room apa mungkin pegawai tersebut terlonjak kaget melihat sadako jadi2an itu? Saya rasa sih jika memang hanya sekedar lewat dia tak akan sadar jika di salah satu room karaoke ada sadako jadi2an.

Saat kami keluar dari room pun teman saya mendapati bbrp pegawai sedang berkumpul di dekat room kami. Dan karena perlakuan yg cukup mengganggu privasi tsb akhirnya bbrp teman saya protes ketika membayar di kasir. Kebetulan kasirnya cewe, dan dia cukup baik dan mengerti tentang kami yang merasa terganggu. Karena teman2 saya masi protes juga, akhirnya supervisor karaoke tsb pun turun tangan.

Singkat cerita supervisor tsb tentu nya membela pegawainya yg mungkin cm mengecek, namun argumennya dipatahkan teman saya (saya benar2 mendengar debat panas saat itu. lol). Hingga akhirnya teman saya ada yang bertanya tentang keberadaan kamera CCTV pada masing2 room, yang kemudian diiyakan oleh supervisor tadi. Dan jawaban iya tentang keberadaan tsb membuat teman saya kembali bertanya, “Kalo kaya gt kan bisa ngawasin/ngecek nya via cctv. Knp harus ngintip ke dalam room secara terus menerus?”. Dan entah knp supervisor tsb tidak bs menjawab dan meminta maaf atas kejadian tsb. Di luar teman saya menyeletuk, “ternyata itu supervisornya. dia tuh tadi ikutan mondar mandir room kita juga, pantes aja membela diri terus drtd”.

Dari 2 kejadian yang saya alami tersebut ada yang cukup aneh menurut saya. Saya bukan hanya 2x itu saja karaoke disana, sebelum2nya saya pun sudah pernah. Malahan, saya seringnya kesana dengan bbrp teman2 semasa kuliah (dmn kebanyakan dr mereka adalah cowo). Bbrp hari sebelumnya pun saya sempat ke cabang yang di Manyar tadi dengan 3 teman saya (dmn mereka bertiga cowo semua), namun saya tidak mengalami “intipan2” tsb. Padahal sebenarnya bukankah jika room tsb berisi cowo-cewe lebih wajar jika sering “diintip” untuk mengawasi? Tapi mengapa hal tsb malah terjadi ketika saya datang bersama teman2 cewe saya untuk bernyanyi sambil berjoget? Saya dan teman2 saya cuma ingin have fun, dan tentunya hal2 seperti “intipan2” tsb cukup mengganggu dong.

So, what’s the point of have fun if they keep their eyes on us? And why would they put a cctv in each room if they didn’t use it? We pay to have fun, not to be bothered.

Btw, ada yg pernah mengalami hal serupa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s