Tentang Aksen dan Bahasa di Suatu Tempat

@agyl_candra

bahasa jakarta jadi bahan joke di mata org jawa. bahasa jawa jd bahan joke di mata org jkt.  -_-"

me

@agyl_candra that's life. Bahasa lain jd joke ditempat lain.

@agyl_candra

@shellyanindhita ho'oh (no offense) pling sebel ktika org jkt ngatain "dasar lu org jawa..!" nah lha emang jkt bkn jawa juga. #sebel

Diatas penggalan twit teman saya dan saya yang membuat saya ingin menulis post kali ini. Bukan, bukan rasis ko. 😀

Menurut saya, dimana pun kita berada dan bahasa apa pun yang digunakan serta bagaimanapun logat/aksen nya pasti akan dicela ketika tidak berada di tanah asalnya. Mungkin karena dianggap beda dan sedikit aneh, sehingga tidak jarang juga menjadi celaan.

Saya ambil contoh secara internasional aja ya. Tau US kan? Tau Canada juga kan? American love to make fun of Canadian because of their weird accent, ini sering saya liat di beberapa film US, contohnya “How I Met Your Mother”. American cenderung mengganggap remeh Canadian, entah itu dari cara berpakaian dan yang paling utama adalah AKSEN serta BAHASA.

Loh, bahasanya kan sama-sama English?Iya, tapi tata-cara penyusunan kalimat mereka dalam conversation keliatan bedanya. Apalagi dengan aksennya. Menurut saya, Canadian seperti ada nadanya sementara American mostly lugas.

Jadi, ketika ada orang Kanada di US tidak jarang juga mereka disindir dan aksen mereka dicela. Orang US cenderung meniru aksen mereka untuk mengolok-oloknya.

Trus orang US di Canada gimana? Karena US juga punya aksen serta tata-bahasa yang berbeda, tidak jarang juga orang US yang di Kanada dikucilkan. Tapi kali ini karena dianggap kasar. Saya kurang tau apakah mereka dicela tentang aksen yang dianggap lucu seperti yg dilakukan orang US terhadap Canadian 😀

Contoh lain yang paling deket deh. Indonesia ama Malaysia. Sebenernya bahasanya hampir sama kan? Tapi tidak jarang kita menertawakan bahasa Malaysia. Well, tidak jarang disini bisa diartikan sebagai sering sebenernya 😀

Saya masih ingat, salah satu teman saya lancar sekali menirukan aksen Malaysia dan dia suka menggunakannya untuk bahan bercanda ketika kami pergi. Tak ada yang salah, tapi itu selalu berhasil membuat saya dan teman-teman saya tertawa. Kenapa? Karena kita menganggap aksen dan bahasa mereka lucu. Kalian juga begitu kan? 😉

Sementara itu bagaimana Malaysia melihat kita? Well, percaya atau tidak mereka sebenarnya melihat orang Indonesia dengan sebelah mata. Saya masih ingat percakapan kecil kakak saya (K) ketika di Voir, Malacca dengan salah satu orang Malaysia(OM). Eh, tapi ini kira-kiranya ya. Saya lupa bagaimana bahasa pengucapan si Orang Malaysianya :p

OM:     “Indon rupanya?”
K :     “Iya.”
OM:     “Cantik-cantik ya. I tak mengira Indon sampai I dengar you bicara. I kira tak ada Indon yang cantik.”

Bukan. Bukan rayuan ko itu. Itu ibu-ibu dan tampangnya emang rada cengo waktu tau kakak saya itu orang Indonesia. 😀

Nah, dari contoh tadi cukup kan menggambarkan jika tidak di tanah asal maka bukan sesuatu yang aneh jika sesuatu menjadi bahan celaan? Menurut saya itu karena arogansi tiap individu akan tanah asalnya, menganggap tanah asalnya lebih baik. Dan tentu saja itu juga tak luput dari sifat dasar manusia yang yah, selalu tidak mau kalah dan tidak mau dianggap remeh. Selain itu, hukum alam juga kan kalau minoritas cenderung “ditekan” oleh mayoritas? 😉

Eh iya, sedikit tips nih. Kalau ada yang kesel ama orang Jakarta yang bilang “Dasar orang Jawa!”, coba bales aja “Bukannya Jakarta juga di Jawa?” atau “Emang Jakarta udah diusir dari pulau Jawa ya?”  :p

Sedikit sharing percakapan saya ama temennya mantan saya (anak Jakarta) via chat dulu:

Temen mantan (TM): “Eh, lo orang Surabaya ya?”
Saya (S): “Iya”
TM: “Asli Surabaya? Orang Jawa deh.”
S: “Yup”
TM: “Kemaren gue abis dari Jawa loh.”
S: Oh ya? Darimana?
TM: Jogja, tempat sodara.
S: Oh, emang sekarang lagi dimana? Luar Jawa?
TM: Ngga, udah balik Jakarta
S: Err..  Bukannya Jakarta juga masih di Jawa ya?
TM: Ngg.. Iya sih..

Try it 😛

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Aksen dan Bahasa di Suatu Tempat

  1. kenapa orang jawa bagian barat tidak mau dikatakan orang jawa? itu disebabkan “gajah mada dengan majapahitnya”

    FYI, di malaysia, bahasa indonesia tidak hanya dianggap lelucon tapi dianggap rendah, tidak semua seperti itu, tapi ada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s