Hari Kemenangan (Gengsi) Akan Segera Datang.

Sekitar seminggu lagi, yang disebut Hari Kemenangan bagi umat Islam akan datang. Hari Raya Idul Fitri, satu hari yag disebut sebagai kembali ke fitrah, hari dimana umat islam dianggap telah menang melawan hawa nafsunya selama bulan Ramadan dengan berpuasa.

Oh well, tapi benarkah begitu?

Yang saya lihat di masyarakat sekarang, hari raya idul fitri lebih ke hari dimana kita mengenakan baju baru, dimana kita membagi2kan rejeki yang kita dapet (yang entah secara halal atau tidak) kepada saudara atau tetangga kita dalam bentuk salam tempel, dan hari dimana orang-orang memenuhi supermarket untuk berbelanja besar-besaran seakan2 membeli persediaan hidup selama setahun.

Saya kurang tahu mengapa, tapi sejak kecil seperti ada “budaya” dimana Idul Fitri berarti kita mengenakan pakaian baru yang bagus. Memang, tidak ada salahnya jika kita membeli baju yang bagus dan mengenakannya saat Idul fitri. Tapi apakah itu sebuah keharusan? Jika kita memang mampu sih tidak masalah. Tapi sayangnya tidak jarang juga saya melihat beberapa orang memaksakan keadaan seperti itu. Entah untuk apa. Mungkin juga karena saat Idul Fitri kita bertemu dengan seluruh anggota keluarga, sehingga gengsi jika kita tidak tampil dengan baju baru yang bagus di depan anggota keluarga lainnya. Tidak jarang kan orang yang selalu ingin tampak “wah” begitu. 😛

Selain baju baru, ada pula tradisi salam tempel. Mungkin maksudnya sih baik ya, untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Tapi ya menurut saya terkadang itu lebih ke budaya dan gengsi saja. Kenapa? Karena tidak jarang salam tempel itu mendarat di kantong anak-anak orang yang cukup mampu secara finansial. Bukankah daripada mubazir seperti itu lebih baik disedekahkan? Selain sasarannya pas, dapet pahala pula. Combo keuntungan di sisi kita kan, daripada memberi salam tempel ke anak orang yang cukup mampu cuma demi gengsi karena dianggap “berlebih”. 😛

Hampir sama dengan salam tempel sih, saya cukup takjub dengan orang-orang yang berbelanja secara besar-besaran seakan2 mereka membeli persediaan untuk hidup selama setaun kedepan. Saya cukup heran, untuk apa? Untuk dibagikan kepada karyawan-karyawannya? Mereka lebih mirip panitia bantuan bencana alam yang berbelanja untuk sumbangannya. Dan mungkin memang karyawan-karyawan mereka itu selama ini mengalami “bencana alam” dengan memiliki atasan seperti mereka, jadi mereka layak juga mendapat bantuan seperti itu.

Oh well, yang jelas demi gengsi diatas mereka rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit, yang bahkan sangat berlebih sekali bagi mereka yang membutuhkan yang sayangnya jarang (atau bahkan tidak pernah?) mendapat “kemewahan” seperti itu. Demi gengsi pula mereka rela meminjam uang untuk memenuhi hal-hal diatas. Demi gengsi pula ada yang rela melakukan kejahatan agar mendapatkan uang untuk berhari raya di kampung halamannya dengan cap “berlebih” di mata lingkungannya di kampung.

Advertisements

7 thoughts on “Hari Kemenangan (Gengsi) Akan Segera Datang.

  1. banyak yg rela duit THR nya abis dalam semalam buat belanja barang yg ga perlu..ga mikir kalo setelah lebaran masi banyak kebutuhan yg harus dipenuhi..

    1. Namanya juga #horangkayah, belanja barang gak perlu segitu banyak juga duit di brangkas masih ada banyak. Bhihihik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s