Cewe dan Cowo dalam Berinteraksi

“Mas, pinjem koreknya ya.”

Line diatas adalah satu dari sekian banyaknya “pickup lines” yang bisa dipakai cowo-cowo buat ngebuka obrolan ama orang yang ada di sampingnya dan nambah kenalan. Dan kadang obrolan yang mungkin berawal dengan celetukan tentang hal sekitar bisa berujung kemana-mana, bahkan bisnis.

Harus diakui, cowo itu memang makhluk sosial yang lebih sosial dibandingkan cewe. Mereka jauh lebih adaptif terhadap lingkungan baru dan lebih memiliki kreatifitas untuk membuka sebuah obrolan ketika mereka memang ada kemauan atau kebutuhan untuk itu. Mereka juga memiliki tingkat keingin tahuan yang relatif lebih tinggi. Rasa keingin tahuannya itu tadi yang akhirnya mendorong mereka untuk mencoba berkenalan dengan siapapun yang bisa mengajari mereka, dan demi “maintain” itu mereka berusaha untuk bisa beradapsi dengan sekitarnya. Hal ini yang akhirnya membuat sebagian besar komunitas yang ada itu didominasi cowo.

Dari sisi kebutuhan, memang bener cowo lebih sosial. Tapi, dari sisi keluwesan dalam berkomunikasi, sebenarnya cowo masih kalah dibanding cewe.

Ga percaya? Coba itung, ada berapa cowo yang pinter, ikut komunitas sana sini, terkenal, tapi pas harus ngomong ama cewe masih kagok. 

Kok bisa? Kan udah ikut komunitas kesana kemari?

Ya bisa aja, wong komunitasnya aja isinya juga lebih banyak terongnya.

Jadi, meski bisa ngomong kesana kemari, ga jarang cowo itu susah mengkomunikasikan beberapa hal ke cewe. Karena memang cowo dan cewe terkadang menggunakan bahasa dan pemahaman yang sedikit berbeda dalam menyikapi suatu hal. Di sisi lain, cewe itu bisa lebih luwes karena dia bisa mengkomunikasikan apa yang dia ingin sampaikan ke cewe dengan bahasa cewe, dan bisa mengkomunikasikan hal yang sama ke cowo dengan bahasa simple yang bisa dimengerti oleh cowo juga.

Jadi, cewe itu komunikator yang lebih baik?

Yep! Karena secara ga langsung cewe udah nguasain 2 cara berkomunikasi. Yaitu ke cewe dan juga ke cowo.

Tapi..

Cewe cenderung kurang mau terbuka terhadap orang lain dan sangat defensif, berkebalikan sekali ama cowo. Dan cewe cenderung punya rasa “jaim” dan “malu” yang sebenernya menjadi penghambat mereka untuk bisa berkenalan dengan orang lain. Mereka cenderung nyaman dengan lingkungan yang sudah tercipta untuk mereka, seperti sahabat SMP/SMA/Kuliah/Kerja dan tidak tertarik untuk mencari yang baru lagi, meskipun kegiatan mereka cuma sekedar belanja melulu ngabisin duit tanpa mengembangkan potensi yang mereka miliki. Ketertarikan untuk bergabung ke lingkungan baru juga cenderung kurang, karena sering dibatasi dengan alasan “ga ada yang kenal”. Padahal kan masuk ke lingkungan baru itu emang buat cari kenalan baru, bukan buat ketemu lingkungan lama. Disini lah cewe itu banyak yang gak sadar kalo penghambat untuk bisa berkembang itu sebenarnya bukan orang lain, tapi dari diri mereka sendiri juga.

Jadi, coba banyangin aja apa yang bisa dilakuin seorang cewe kalo misal embel-embel “jaim” dan “malu” nya itu dibuang jauh-jauh terus mulai mau membuka diri buat kenalan ama siapa aja yang dia temuin. 😉

Advertisements

8 thoughts on “Cewe dan Cowo dalam Berinteraksi

  1. disagree with this

    “dan bisa mengkomunikasikan hal yang sama ke cowo dengan bahasa simple yang bisa dimengerti oleh cowo juga.”

    banyak kok kasus dimana cowo tidak memahami maksud cewe. sehingga muncul lagu karena wanita ingin dimengerti.

  2. Point penting :
    Hal ini yang akhirnya membuat sebagian besar komunitas yang ada itu didominasi cowo.

    Ga percaya? Coba itung, ada berapa cowo yang pinter, ikut komunitas sana sini, terkenal, tapi pas harus ngomong ama cewe masih kagok.

    Ini mak jleb bangeet tenan, Cah! Seperti ngaca….kok aku ngerasa pas bangeet gitu 😀

  3. “Gak ada yg kenal” kalimat yg sering bgt terbathin kaum cewe dikala galau mau ikutan kolunitas ini gk yaaaa, blm lagi tempramen cewe yg cenderung lebih moody ketimbang cowo hihihihi

  4. “Dek, boleh pinjem bukunya?”

    Line diatas adalah ‘pickup lines’ yang dipakai Iwan Fals seminggu sebelum menggubah lagu ‘Buku ini aku pinjam’ 🖖🏼✌🏼

  5. smua kgitaan brupa apapun itu asal nilai positif nya yg kt ambil psti br buah kebaikan ..bnyk bicara bs mngurangi bbn rasa..nmn jika kt orng yg pendiam ..mka bnykan menulis …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s