Review Mi-Band

Sekitar sebulan setengah yang lalu saat saya jalan-jalan di salah satu mall di Surabaya, ada Mi-Band dipajang di salah satu gerai aksesoris gadget. Iseng, saya masuk dan menanyakan harganya. Setelah bertanya seadanya pada pramuniaga yang bertugas, akhirnya saya keluar dari gerai tersebut dengan membawa sebuah kresek berisi satu kotak Mi Band yang dibanderol dengan harga 270k. Sedikit lebih mahal memang jika dibanding yang ditawarkan langsung di websitenya (225k).

Look & Feel 

Ketika baru beli, tampilan awalnya bakal tampak seperti ini. Fresh from the box.

Mi Band - Box DSC00795 fix

Design nya menarik, cukup simple, seperti gelang-gelang pada umumnya. Jadi gak perlu kuatir bakal kerasa kaya pake jam power rangers. :))

DSC00801

Selain di tangan, Mi-Band juga memungkinkan untuk bisa digunakan di leher. Kaya si Mi-Bunny yang lagi mau siap-siap snorkeling.

DSC00797

Inti aluminium dari Mi-Band bersertifikasi IP67 yang artinya tahan air, jadi bisa digunakan untuk mandi atau renang tanpa perlu dilepas. Strap-band nya sendiri terbuat dari silicon hypoallergenic, jadi aman banget buat kulit sensitif. Kebetulan kulit saya termasuk tipe riwil yang bisa memerah dalam hitungan jam ketika menggunakan aksesoris berbahan dasar perak sekalipun. Tapi selama sebulan menggunakan Mi-Band, tidak ada reaksi alergi apa2. Hanya saja, ketika berkeringat jangan terlalu dipaksa menempel langsung dengan kulit. Nanti bau. *eh*

Mi-Band tidak dilengkapi dengan layar, melainkan dengan 3 LED yang akan berkedip sebagai tanda notifikasi baru. Untuk memonitor kegiatan yang kita lakukan, bisa menggunakan aplikasi Mi-Fit yang tersedia gratis di Play Store. Nantinya, Mi-Fit akan langsung mencari Mi-Band terdekat yang terdeteksi dan memulai proses pairing via Bluetooth. Jadi tanpa perlu ribet konfigurasi ID atau apa secara manual, Mi-Fit dan Mi-Band sudah langsung terkoneksi. 😀

Battery Life

Saat pertama kali beli, baterai Mi-Band dalam keadaan kosong melompong. Jadi perlu di-charge dulu.

Mi-Band and Charger

Mi-Fit akan menunjukan status Mi-Band yang sedang charging. Ketika baterai Mi-Band sudah penuh pun Mi-Fit akan memberikan notifikasi, sehingga kita bisa langsung menggunakannya kembali. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh baterainya kurang lebih 2 jam dengan masa penggunaan selama 30 hari, menurut pihak Xiaomi. Tapi untuk yang minim kegiatan seperti saya, baterai Mi-Band bisa bertahan sampai lebih dari 5 minggu rupanya. 😀

Mi-Band Charging Mi-Fit Mi-Band Full Charge Notification

Activity & Sleep Tracker

Yang perlu ditekankan, Mi-Band lebih cocok disebut sebagai activity tracker daripada sebagai fitness tracker. Melalui Mi-Fit, kita bisa mengeset berapa banyak langkah yang ingin kita capai setiap harinya. Ketika jumlahnya mencapai keinginan kita, Mi-Band akan bergetar dan ketiga LED nya berkedip. Mi-Fit juga akan menyajikan data kegiatan kita selama satu hari secara terperinci.

Mi-Fit Activity Today Mi-Fit Sleep Today

Informasi yang disajikan antara lain berapa langkah yang sudah kita tempuh, jam berapa saja dan selama berapa lama kegiatan kita berlangsung, hingga berapa kalori yang terbakar. Kita juga bisa melihat dan membandingkan kegiatan kita hari ini terhadap kegiatan kita di hari sebelumnya, atau minggu sebelumnya, atau kapan pun juga.

Mi-Fit Daily Activity Chart Mi-Fit Weekly Activity Chart Mi-Fit Activity Details

Selain kegiatan harian, Mi-Fit juga menyajikan data tidur kita. Data tidur kita pada Mi-Fit dibagi menjadi deep sleep dan light sleep, sehingga kita bisa menganalisa pola tidur kita dan mulai mencari cara bagaimana untuk mendapatkan tidur nyenyak yang berkualitas.

Mi-Fit Daily Sleep Chart Mi-Fit Weekly Sleep Chart Mi-Fit Sleep Details

Mi-Fit: Alarm & Notification Setting

Mi-Band dan Mi-Fit merupakan satu pake yang tak terpisahkan, dimana Mi-Band sebagai perangkat keras yang bertugas mengambil data kegiatan kita lalu mengirimkannya kepada Mi-Fit untuk selanjutnya diolah dan ditampilkan kepada kita. Tapi tidak itu saja, Mi-Fit juga memungkinkan untuk meminta Mi-Band memberikan notifikasi kepada kita dalam bentuk getaran.

Notifikasi yang bisa diatur melalui Mi-Fit diantaranya adalah goal achieved, dimana jumlah langkah yang kita inginkan akhirnya tercapai; alarm; dan panggilan masuk. Bagi mereka yang terbiasa meletakan handphone di tas dan dalam keadaan silent, notifikasi dari Mi-Band benar-benar membantu kita untuk tidak melewatkan panggilan masuk.

Mi-Fit Step Goal Setting Mi-Fit Alarm Setting Mi-Fit Phone Call Notification Setting

Mi-Band: Smart Lock

Salah satu fitur lain dari penggunaan Mi-Band adalah smart lock, dimana kita tidak perlu PIN atau Pattern tertentu untuk phone unlock ketika sedang menggunakan Mi-Band. Tapi PIN atau Pattern tersebut masih akan berlaku bagi mereka yang tidak sedang menggunakan Mi-Band. Menurut website resminya sendiri, fitur ini hanya dapat berjalan di Mi-Phone. Mungkin yang dimaksudkan disini adalah berjalan dengan lancar, karena fitur ini dapat dimanfaatkan di HTC One M7 milik saya juga (dengan kurang lancar, tentunya).

Overall

Kesimpulannya, Mi-Band ini akan sangat cocok untuk yang ingin mencoba wearable device dengan harga murah. Fitur yang ditawarkan sudah cukup untuk kegiatan sehari-hari, tinggal bagaimana cara memanfaatkan informasi yang ada pada Mi-Fit untuk mengatur pola hidup kita.

Bagi yang memang membutuhkan fitness tracker untuk diet atau olahraga berat, Mi-Band bukan pilihan yang sesuai. Mi-Band hanya menangkap informasi langkah kita dan mendeskripsikannya sebagai jalan atau berlari lalu mengkalkulasi kalori yang terbakar. Terlepas dari kegiatan itu (seperti sit-up, push-up, bersepeda, dll) tidak akan terbaca. Sebagai alternatif, mungkin bisa memilih FitBit yang memang didesain sebagai fitness tracker.

Mi-Band juga bukan pilihan yang sesuai bagi yang membutuhkan wearable device untuk monitoring notifikasi handphone. Jika memang ingin bisa berbicara melalui jam tangan seperti yang dilakukan Billy dengan Alpha dan Zordon, mungkin bisa menunggu Mi-Watch. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Review Mi-Band

  1. Di antara yang lain, Mi Band memang yang paling murah. Tapi devicenya suka erorr dalam mengkalkulasi jumlah langkah dlm berjalan. Soalnya yg dihitung adalah ayunan tangan, jadi jika kita gak mengayunkan tangan saat jalan ya gak dihitung.

    Yang kedua, menurut saya. Mi Band hanya bisa memperkirakan kualitas tdur kita. Kenapa hanya perkiraan? Karena Mi Band sendiri tidak bisa membaca detak jantung (heart beat). Padahal secara medik, detak jantung telah menjadi acuan utama untuk membaca salah satu unsur kesehatan seseorang.

    Ketiga, Mi Band memang bisa memberitahu jika ada notifikasi dari hp kita. Namun notifikasi dari mana? Jika kita sebagai orang yang punya banyak teman dan banyak ikut komunitas, kedipan lampu tidaklah cukup. Idealnya gelang tersebut bisa menampilkan nama dari si penelpon atau pengirim sms.

    Mungkin, Mi Band 2 layak untuk ditunggu karena sudah ada perbaikan signifikan dari produk sebelumnya…semoga 🙂

  2. Di Mall mana klo mau cari Mi Band, sis? Atau run tracker yg sejenis Mi Band, mohon info pls. tq b4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s