Review Mi-Band

Sekitar sebulan setengah yang lalu saat saya jalan-jalan di salah satu mall di Surabaya, ada Mi-Band dipajang di salah satu gerai aksesoris gadget. Iseng, saya masuk dan menanyakan harganya. Setelah bertanya seadanya pada pramuniaga yang bertugas, akhirnya saya keluar dari gerai tersebut dengan membawa sebuah kresek berisi satu kotak Mi Band yang dibanderol dengan harga 270k. Sedikit lebih mahal memang jika dibanding yang ditawarkan langsung di websitenya (225k).

Continue reading

An Attitude from Thai Driver (The P.P. Transfer & Service)

I’ve just back from my getaway holiday to Southern-Thailand, where beautiful beaches and (wild) parties take places. Even it’s in the south-east Asia, I didn’t see a lot of Asian over there, but European faces. So yeah, it’s a total getaway for me, when I don’t have to see Indonesian people arguing about which souvenir stalls offer the cheapest price.

It was my fist time in Thailand, and my first impression about Thai-people were.. they have a funny accent. So, for them who speaks English, they speak very fast (with their funny accent), I hardly understand every word they said.

Anyway, my first stop was Patong Beach, Phuket. Since Patong Beach was nothing but the famous street of the devil, Bangla Road, I spent the day to find information about how to get a Phang Nga Bay daily tour. Fortunately, I stopped by at Tour & Travel stalls owned by a beautiful lady called Vi. She speaks English very well and calmly, without the funny accent. She managed my Phang Nga Bay daily tour and turned out very nice. A minivan sent to my hotel to pick me up and drop me at the pier where the tour started. After the trip at the Ao Phang Nga National Park finished, the minivan sent me back to my hotel.

So, with that nice experience, I came back to Vi to book another trip. This time, I need an arrangement to get me to Phangan Island. Since it is my last destination, I booked a round trip from Patong-Phangan and Phangan-Phuket Airport for 1700 Bath. This time, the trip was handled by “P.P. Transfer & Services”. Continue reading

Cewe dan Cowo dalam Berinteraksi

“Mas, pinjem koreknya ya.”

Line diatas adalah satu dari sekian banyaknya “pickup lines” yang bisa dipakai cowo-cowo buat ngebuka obrolan ama orang yang ada di sampingnya dan nambah kenalan. Dan kadang obrolan yang mungkin berawal dengan celetukan tentang hal sekitar bisa berujung kemana-mana, bahkan bisnis.

Continue reading

Pola Pikir yang Membunuh

Entrepreneur.

Akhir-akhir ini kata itu semakin sering muncul di telinga kita. Namun sesungguhnya itu bukanlah hal baru. Kalo orang jaman dulu sih bilangnya wirausaha.

Mencetak seorang entrepreneur tidaklah mudah. Mental generasi muda saat ini kebanyakan masih banyak berpikir untuk bekerja pada corporate besar, lalu melompat pada corporate besar lainnya yang menawarkan jumlah gaji yang lebih besar and so on. Mungkin memang sempat terpikir bagi mereka untuk membuat sebuah perusahaan kecil milik mereka sendiri, namun tak jarang pula hal itu hanya menjadi sebuah pemikiran yang kemudian terkubur bersama berbagai alasan yang berputar dalam pikiran mereka sendiri tanpa mereka benar-benar berusaha mewujudkannya.

Tapi sebenarnya masalah utama mengapa susah untuk menemukan atau mencetak seorang entrepreneur sebenarnya dikarenakan oleh lingkungan sekitar kita. Continue reading

Rewind

Terkadang kita tidak menyadari jika waktu bergulir begitu cepat. Kita hanya melewati dan menjalaninya dengan rutinitas yang sama berulang-ulang hingga lupa berapa lama waktu yang sudah kita lalui dengan rutinitas tersebut.

Tak jarang pula rutinitas itu perlahan membentuk kita menjadi pribadi baru, entah lebih baik atau buruk. Kita sendiri yang terus bergelut dengannya setiap hari mungkin tak terlalu menyadarinya, karena tekanan terus menerus dalam rutinintas itu pulalah terkadang yang menjadi pemicu perubahan tersebut.

Coba pejamkanlah mata sejenak, tenangkan pikiran dari berbagai macam hal yang ada. Lalu pulihkan kembali ingatan tentang apa saja yang telah dilewati kemarin dan hari ini. Putar semuanya dalam otak dan bayangkan kita sedang menyaksikan suatu film. Dengan menempatkan diri sebagai penonton, atau orang ketiga, setidaknya bisa membantu untuk menilai bagaimana diri kita.

Jika pemutaran ingatan tentang hari kemarin dan hari ini telah usai, coba mundurkan timeline ke sebulan yang lalu dan putar kembali ke dalam ingatan. Lakukan pula hal yang sama untuk timeline waktu yang lebih lalu. Dari situ kita akan tau apa saja yang telah kita lakukan untuk hidup kita, hal apa saja yang berubah, dan dapat meninjau ulang dengan target kehidupan yang kita inginkan.

Israel-Palestina Dan Yang Ada Disekitar Kita

Berita terkini yang sedang ramai dibicarakan adalah tentang Israel-Palestina, gimana keadaan antara kedua negara tersebut mulai menegang kembali. Banyak yang mengecam tindakan Israel terhadap Palestina, dan banyak aksi protes bermacam-macam terhadapnya.

Tidak, kali ini saya tidak akan membahas tentang Israel-Palestina, saya hanya sedang ingin membahas tentang aksi masyarakat terhadap berita tersebut. Dari sekian banyak aksi ini itu (yang menurut saya sendiri pun sesungguhnya tidak berguna), ada satu aksi yang menarik perhatian saya. Yaitu, berita tentang anak SD yang mengecam tindakan Israel tersebut dengan melempari bendera Israel menggunakan bakiak. Untuk membaca beritanya, silakan klik disini.

Yang terlintas di benak saya pertama kali tentang berita tersebut adalah “Perangkat sekolahnya goblok”. Why? Here’s why..

Continue reading